Tipe kepribadian manusia adalah sifat yang melekat pada diri seseorang dan merupakan ciri khas dari orang tersebut. Kepribadian akan menentukan bagaimana seseorang mengambil sebuah tindakan-tindakan konkrit yang dilakukannya. Setiap orang mempunyai kepribadiannya masing-masing yang unik, sehingga di dunia ini tidak ada orang yang memiliki kepribadian sama persis.

Sebelum kita berusaha merubah kepribadian kita menjadi labih baik, langkah pertama yang perlu kita lakukan adalah mengenali terlebih dahulu siapa diri kita yang sesungguhnya. Karena dengan memahami tipe kepribadian manusia maka kita dapat lebih mudah mengetahui kekuatan dan kelemahan pada diri kita sendiri.

Kita dapat belajar bagaimana caranya menonjolkan sisi positif kita dan menyingkirkan sisi negatif kita. Selain itu kita juga dapat lebih memahami orang lain dan menyadari bahwa hanya karena orang lain berbeda tidak berarti bahwa mereka salah.

Pada dasarnya tipe kepribadian manusia ini dibagi menjadi 4, yaitu Koleris, Sanguinis, Plegmatis, dan Melankolis. Teori tentang sifat-sifat dasar tipe kepribadian manusia tersebut diatas telah dikemukakan oleh Hippocrates sejak 2400 tahun yang lalu. Kemudian teori Hippocrates ini disempurnakan kembali oleh Galenus, sehingga menjadi teori yang paling popular dan dikenal sebagai teori Hippocrates-Galenus.

Koleris yang selalu maju ke depan dan dilahirkan dengan bakat sebagai pemimpin. Sanguinis yang sangat menyukai kesenangan, kegembiraan, dan penuh dengan antusiasme. Plegmatis yang cinta damai, rileks, dan bahagia menerima kehidupan. Melankolis yang selalu menginginkan kehidupan serius, serba teratur, dan mengejar kesempurnaan dalam segala hal.

Setiap individu merupakan campuran dari 4 tipe kepribadian dasar. Tidak ada dua orang yang sama persis, dan kita tidak bisa menjadi orang lain. Karena kita mempunyai, dorongan kemampuan dan kepribadian yang berbeda, sehingga kita tidak bisa diperlakukan sebagai orang yang sama.

Mempelajari tipe kepribadian ini akan mendorong kita untuk mengenal diri kita yang sesungguhnya dari dalam, sebelum kita berusaha mengubah apa yang tampak di permukaaan. Apa yang ada didalam itulah yang penting, karena apa yang tampak diluar adalah gambaran dari apa yang ada didalam, bukan sebaliknya.

Setiap orang adalah pribadi yang unik. Kita harus selalu ingat bahwa watak kita adalah diri kita yang sesungguhnya. Sedangkan kepribadian kita adalah pakaian yang kita kenakan. Jadi kita harus tahu dari apa kita dibuat, kita harus tahu siapa diri kita yang sesungguhnya, dan mengapa kita bereaksi seperti yang kita lakukan. Kita harus tahu kekuatan kita dan bagaimana cara meningkatkannya. Kita juga harus tahu kelemahan kita dan bagaimana cara mengatasinya.

You have Successfully Subscribed!