Kepribadian plegmatis merupakan salah satu dari empat karakter atau kepribadian menurut ilmu psikologi. Biasanya, orang yang mempunyai kepribadian plegmatis selalu terlihat santai serta cinta damai. Selain itu, kepribadian ini juga banyak dimiliki orang-orang, yaitu sekitar 30% hingga 35% dari jumlah populasi yang ada di dunia. Ada 7 kekurangan / kelemahan kepribadian plegmatis. Untuk lebih jelasnya, berikut pembahasan selengkapnya.

Tidak konsisten

Seringkali orang yang memiliki kepribadian plegmatis, saat mencari jalan keluar yang cepat ternyata membuatnya juga terlihat kurang memiliki pendirian. Ia akan cenderung sulit untuk membuat keputusan dengan cepat dan memikirkan segalanya secara matang. Hal inilah yang membuat pendiriannya sering kali berubah-ubah.

Kurang motivasi dan kurang bersemangat

Terkadang, mereka yang berkepribadian plegmatis lebih suka diam serta menunggu perintah untuk mengerjakan sesuatu. Hal ini bukan berarti mereka malas, namun mereka akan lebih suka tidak melakukan apapun daripada melakukan sesuatu namun hal yang dilakukannya salah. Jika mereka tidak diberikan penghargaan maupun pengarahan, maka mereka akan prustasi dan menyerah, tidak ingin melakukan apa-apa lagi. Namun sebaliknya, jika mereka mendapatkan penghargaan dan bimbingan, maka mereka akan melakukan lebih banyak dari yang diharapkan.

Lebih suka berperan sebagai penonton saja

Karena memiliki sifat yang pendiam dan lebih membiarkan orang lain yang berbicara, maka mereka lebih cenderung agar tidak banyak untuk terlibat suatu hal. Dapat dikatakan bahwa mereka merupakan orang-orang yang pasif.

Terkadang bisa menjadi penakut

Tahukah anda bahwa kekurangan / kelemahan kepribadian plegmatis selanjutnya adalah terkadang dapat menjadi seorang yang penakut. Ia tidak akan suka dengan situasi yang memang tak dikenalnya. Ia akan lebih senang dengan berbagai hal yang sudah terbukti bisa berjalan. Sehingga dapat dikatakan bahwa ia ingin mengetahui seperti apa hasilnya sebelum memulainya.

Menggampangkan dan sering menunda-nunda pekerjaan

bagi seorang plegmatis, mereka akan lebih suka pekerjaan yang mudah, yang memiliki aturan yang jelas. Memang, seorang plegmatis tidak suka untuk menyalahi aturan, namun ketika suatu pekerjaan bisa dipercepat namun output yang didapat tidak berkurang kualitasnya, maka seorang plegmatis akan lebih memilih menggunakan cara cepat, meskipun bisa saja menyalahi aturan.

Tentunya hal ini seringkali terjadi karena kepribadian plegmatis yang suka menunda-nunda pekerjaan. Sehingga, waktu untuk menyelesaikan pekerjaan akan semakin sedikit. Pada dasarnya seorang plegmatis perlu dipacu semangatnya, supaya konsisten dalam bekerja. Semangat yang perlu dipacu seperti memberikan motivasi hingga teguran keras. Teguran atau motivasi ini juga perlu dilakukan secara berkala dan terjadwal.

You have Successfully Subscribed!

Share This