Palmistry atau analisis telapak tangan merupakan sebuah pengetahuan tentang cara membaca garis tangan yang telah berkembang sejak 4000 tahun yang lalu di India, Mesir, dan Cina. Kemudian Palmistry berkembang dengan baik di Amerika, Inggris, Australia, Prancis, Jepang, Singapura, dan negara maju lainnya.

Palmistry adalah sebuah pengetahuan yang berupaya mengungkapkan potensi dan kepribadian seseorang dengan cara membaca garis tangan atau melalui analisis terhadap telapak tangan. Sadar atau tidak, setiap manusia memiliki blue print kehidupan yang tergurat pada garis-garis tangannya yang dapat mengungkap banyak hal, termasuk kepribadian, sifat dan watak seseorang.

Seperti halnya astrologi yang mengandalkan ilmu perbintangan, bidang yang satu ini pun juga harus dipelajari dengan konsentrasi otak dan banyak melakukan riset empiris. Palmistry tidak akan dapat dipelajari dengan bermeditasi atau bertapa di puncak gunung. Pengetahuan ini harus dipelajari melalui proses belajar dari orang lain, dengan sarana buku atau lainnya.

Pengetahuan menganalisis telapak tangan adalah kombinasi antara Chirology dan Palmistry. Sementara Chirology merupakan pengetahuan empiris mengenai tangan, termasuk bentuk, warna, tekstur, flesibilitas, serta garis tangan. Sedangkan Palmistri lebih menyoroti tentang cara membaca garis tangan.

Keduanya tidak dapat dipisahkan satu sama lain, artinya sebuah garis baru bisa bekerja dengan baik apabila terdapat di tangan yang baik pula, dan dikombinasikan dengan unsur-unsur lain di tangan. Definisi tangan yang baik adalah tangan yang bentuknya bagus, tekstur tangannya halus, rona tangan merah muda, tidak merah padam, tidak biru pucat atau kuning, apalagi hitam.

Walau belum ada riset spesifik yang dilakukan untuk mengukur keandalan Palmistry, tetapi kebanyakan orang yang telah dibaca dengan Palmistry akan menyatakan kalau hasil bacaannya benar semua atau hampir semua benar. Hingga saat ini Palmistry yang telah berusia ribuan tahun tersebut masih terus dipraktekkan, hal ini menunjukkan bahwa Palmistry dihargai orang karena memang ada nilai dan kualitas di dalamnya.

Pakar palmist atau analis tangan tingkat dunia seperti Angela Mattery (Amerika), Bettina Luxon (Inggris), Yaschpaule (Malaysia) menyebutkan bahwa Garis Nasib (garis dari pangkal telapak tangan menuju jari tengah) dan Garis Apollo (garis dari pangkal telapak tangan menuju jari manis) adalah garis-garis yang berkaitan dengan karier atau nasib baik dan keberuntungan finansial.

You have Successfully Subscribed!

Share This